Proses Booting Pada Windows

Saat komputer kita hidupkan, biasanya kita tidak pernah memperhatikan proses yang terjadi saat komputer mulai hidup. Setelah kita menekan tombol power kita langsung pergi meninggalkan komputer kita untuk mengambil snack atau mengambil minum atau yang lainnya. Di dalam proses yang menghidupkan komputer dikenal dengan Proses Booting. Proses Booting dapat diartikan sebagai proses dimana komputer mulai dihidupkan hingga sistem operasi mengambil alih proses tersebut. Selain proses Booting dikenal juga BIOS yang perlu dipahami juga. BIOS (Basic Input Output System) adalah suatu kode software yang ditanam di dalam suatu sistem komputer yang memiliki fungsi utama untuk memberi informasi visual pada saat komputer dinyalakan, memberi akses ke keyboard dan juga memberi akses komunikasi secara low-level di antara komponen hardware.

Baca juga : Komponen Perangkat Komputer

Baca juga : Tips Bisnis 2023

Proses yang terjadi saat tombol power pada komputer dihidupkan adalah terjadi Proses Booting dengan urutan:

  1. Penjalanan BIOS.
  2. Pemeriksaan atau pengecekan hardware.
  3. Penjalanan sistem operasi oleh BIOS.
  4. Login sistem operasi.

Saat komputer mulai dihidupkan, proses awal yang dikerjakan oleh BIOS dapat disebut dengan bootstrap loader. Dari sinilah processor akan menjalankan BIOS sehingga BIOS akan mulai mengecek atau memeriksa file seluruh isi dari hardware. Dan tampilan pada komputer akan bertuliskan “Hardware Monitor”. Jika pengaturan dari BIOS benar maka sistem operasi akan dijalankan oleh BIOS. Dan akan terjadi loading sistem operasi “Loading Ms. Corporation” dan akhirnya proses akan menampilkan tampilan login windows. Setelah itu sistem operasi akan berjalan dan siap untuk digunakan.

Baca juga : Sejarah Singkat Sistem Operasi Windows

Secara lengkapnya proses Booting pada windows dapat di uraikan sebagai berikut:

  1. MBR (Master Boot Record) adalah sebuah program yang sangat kecil yang terdapat pada sector pertama hardisk, MBR kemudian me-load suatu program bernama NTLDR ke dalam memori.
  2. NTLDR kemudian memindahkan komputer ke “flat memory model” (by passing the 640KB memory restrictions placed on PCs) kemudian membaca file BOOT.INI.
  3. Jika komputer mempunyai beberapa partisi yang bootable, NTLDR akan menggunakan informasi yang terdapat pada file BOOT.INI untuk menampilkan pilihan boot, apabila hanya terinstal windows xp saja maka tampilan menu akan dilewati dan windows akan me-load windows xp.
  4. Sebelum meload windows xp, NTLDR membuka program lain ke dalam memory yang disebut NDETEC.COM. File ini melakukan pengecekan semua hardware yang terdapat pada komputer. Setelah semua hardware ditemukan, NDTECT.COM memberikan kembali informasi tersebut ke NTLDR.
  5. NTLDR kemudian berusaha me-load versi Windows XP yang dipilih pada step 3. Hal ini dilakukan dengan menemukan file NTOSKRNL pada folder System32 yang terdapat pada directory windows xp . NTOSKRNL adalah program utama pada system operasi windows yaitu sebuah “kernel” Setelah kernel tersebut di-load ke memory, NTLDR passes control of the boot process to the kernel and to another file named HAL.DLL. HAL.DLL controls Windows’ famous hardware abstraction layer (HAL).
  6. NTOSKRNL kemudian menangani proses boot selanjutnya. Langkah pertama adalah meload beberapa “low-level system drivers”. Kemudian NTOSKRNL me-load semua file-file yang dibutuhkan untuk membuat “core” sistem operasi windows xp.
  7. Kemudian, Windows akan memverifikasi apakah terdapat lebih dari satu konfigurasi hardware profile pada komputer, kalau terdapat lebih dari satu hardware profile windows akan menampilkan menu pilihan, tetapi apabila hanya terdapat satu profil maka windows akan langsung me-load default profile.
  8. Sesudah windows mengenali hardware profile yang digunakan, windows kemudian me-load semua device driver untuk semua hardware yang terdapat pada komputer, Pada saat ini tampilan monitor menampilkan “Welcome To Windows XP boot screen”.
  9. Terakhir windows menjalankan semua service yang dijadwalkan secara otomatis. Pada saat ini tampilan monitor menampilkan “logon screen”.
Baca Juga :   Pewarisan Tunggal Pada Object-Oriented Programming dengan Java Beserta Contoh Penerapannya
Tampilan pada windows xp

Semoga bermanfaat!