Ragam Dialog Pada Interaksi Manusia dan Komputer

Daftar Isi

Merlindawibowo.com – Ragam Dialog didefinisikan sebagai suatu cara yang digunakan untuk meng organisasikan berbagai teknik dialog atau biasa disebut dialogue styless. Berbagai teknik dialog interaktif memungkinkan terjadinya komunikasi antara manusia dengan komputer, diantaranya adalah sistem menu, dialog berbasis pengisian barong, kursor yang bergerak, pelacakan simbol yang dapat diprogram, ikon, jendela, penggulungan teks, dan lain sebagainya. 

Definisi Ragam Dialog

Tujuan dibentuknya ragam dialog ini adalah untuk mendapatkan suatu kriteria yang sangat penting dalam pengoperasian sebuah program aplikasi, yakni aspek Userfriendly.

Suatu program atau antar muka dikatakan bersifat user friendly apabila:

  1. Fleksibel
  2. Mempunyai tampilan yang menarik
  3. Efisien, ringkas dan mempunyai fasilitas yang memberikan kemudahan bagi user disaat menemukan masalah.
  4. Mempunyai tampilan penyampaian kesalahan (error massage).

Sebelum kita membicarakan apa saja teknik dialog tersebut, terlebih dahulu kita akan membahas dialog itu sendiri.

Baca juga : Pandangan Umum dan Komponen-Komponen IMK

Baca juga : Peluang Bisnis 2023

Definisi Dialog adalah percakapan antar pihak yang dilakukan melalui antarmuka, dimana perilaku pihak yang satu dipengaruhi oleh yang lain. Beberapa aspek yang mendukung dialog yang baik diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Informasi yang dikirimkan pemakai dianggap valid, sehingga tidak perlu lagi ada pengulangan pengiriman informasi meskipun hanya sebagian.
  2. Tepat: pastikan bahwa tanggapan tepat dengan apa yang dikirimkan.
  3. Logsr: pastikan bahwa tanggapan mengikuti rasionalitas dialog.
  4. Memberikan seluruh informasi yang perlu.
  5. Jelas: hindari menyebut objek dan proses yang tidak diketahui.

Karakteristik Umum Ragam Dialog

Beberapa sifat penting yang perlu dimiliki oleh setiap ragam dialog adalah:

1. Inisiatif

Definisi: Sifat dasar dialog, siapa yang berperan pada suatu saat

Baca Juga :   Why Wooden Toys are Encouraged for Educational Purposes

Ada dua jenis inisiatif:

  • Inisiatif oleh komputer adalah pengguana memberikan tanggapan atas prompt yang diberikanoleh komputer untuk memasukkan perintah atau parameter perintah. Contoh: adanya pilihan menu atau pengisian Borang.
  • Inisiatif Oleh Pengguna. Pengguna diharapkan memahami sekumpulan perintah yang harus ditulis menurut aturan (sintaksis) tertentu. Contoh: perintah yang ditujukan kepada sistem operasi.

Tujuan adalah untuk mennentukan tipe-tipe pengguna yang dituju oleh sistem yang dibangun.

2. Keluwesan

Definisi: Sistem yang mempunyai kemampuan untuk mencapai suatu tujuan lewat sejumlah cara yang berbeda.

Tujuan: Sistem dapat menyesuaikan diri dengan keinginan pengguna, dan bukan pengguna yang menyesuaikan diri dengan sistem yang telah ditetapkan oleh perancang sistem. Contoh: Saat melakukan custimezing yang biasanya diimplementasikan dengan kunci fungsi yang memungkinkan untuk melakukan perubahan warna.

Baca juga : Aspek Ergonomi Pada Interaksi Manusia dan Komputer

3. Kompleksitas

Definisi: adalah kerumitan dialog. Tujuan Agar tercapainya kelowesan dalam dialog seperti yang diinginkan oleh pengguna yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan. Contoh:

Adanya struktur Hirarki (pohon) dalam sejumlah perintah.

4. Kekuatan

Definisi: jumlah kerja yang dapat dilakukan oleh sistem untuk setiap perintah yang diberikan oleh pengguna. 

Tujuan: memberikan respon positif akan ketersediaan perintah-perintah yang powerful yang dapat mempengaruhi kompleksitas sistem.

Contoh: Ortogonolitas, yaitu: teknik penstrukturan perintah menurut karakteristik bebasnya.

Ortogonalitas

5. Beban Informasi

Definisi: kuantitas / kualitas informasi yang harus disesuaikan dengan level pemakai.

Tujuan: agar penyampaian informasi dapat berdaya guna dan berhasil yang disesuaikan dengan keinginan user.

6. Konsistensi

Definisi: tingkat kebutuhan kepada aturan yang dibuat oleh sistem.

Tujuan: mempermudah user dalam mengembangkan mentalitas yang diperlukan dalam pengoperasian sebuah sistem. 

Contoh: format pemasukan data harus kompatibel dan konsisten dengan format tampilan data.

Baca Juga :   Starlink: Revolusi Baru Internet di Area Terpencil dan Susah Sinyal

7. Umpan balik

Definisi kepedulian melaporkan apa yang terjadi dalam sistem.

Tujuan: mempermudah user mengetahui kinerja atau job execution daripada sistem.

Contoh: jika terjadi kesalahan komputasi program akan menampilkan suatu pesan salah yang sesuai.

Baca juga : Perancangan Antarmuka

8. Observabilitas

Definisi: tingkat kejelasan fungsi sistem, walaupun proses di bawah kompleks.

Tujuan: agar user dapat menyelesaikan permasalahan yang sukar dari aktivitas internal secara benar.

Contoh: karena adanya kesalahan, sistem tidak mampu memberikan respon yang dapat dipahami oleh user.

9. Kontrolabilitas

Definisi: tingkat keterkendalian sistem.

Tujuan: agar sistem selalu berada di bawah kontrol user. 

Contoh: kita dapat membatalkan job ecxecution yang telah diberikan kepada sistem.

10. Efisiensi

Definisi: berhasil guna.

Tujuan: untuk meminimalkan biaya pengembangan sistem.

Contoh: efisiensi rekayasa perangkat lunak terhadap waktu tanggap atau laju penampilan sistem.

11. Keseimbangan

Definisi: pembagian kerja antara manusia dengan komputer. 

Tujuan: agar terciptanya komunikasi yang selaras dan seimbang antara komputer dengan manusia, sehingga memberikan hasil komputasi yang akurat dalam hal pengolahan data numerik dan logika.

Contoh: jika manusia mempunyai kesalahan manusiawi, maka komputer bebas dari kesalahan.

Semoga bermanfaat!!