Pembuatan Desain Poster dengan Photoshop

Daftar Isi

Adobe Photoshop merupakan salah satu aplikasi atau software yang cukup populer di kalangan desainer gambar. Aplikasi ini memang sudah lama ada dan bahkan menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan. Dengan aplikasi ini, pengguna dapat mengedit dan mengubah gambar dengan beraneka ragam cara. Dengan alat bantunya yang hebat, para pengguna bisa mengubah gambar hingga detail yang paling kecil, dengan melaksanakan tindakan seperti menggambar, memotong, mengetik, mengiris, menghapus, menambahkan, mengubah dan manipulasi bentuk, mengubah warna, mengubah ukuran, dan banyak lagi. Adobe Photoshop bisa juga dipakai untuk mengedit video dan untuk menciptakan objek-objek pada pencetakan 3D. Ada juga sejumlah besar pengaya atau tambahan untuk Adobe Photoshop, yang akan membantu pengguna memperkaya pengalaman mereka dengan, contohnya, menambahkan filter atau efek khusus pada gambar-gambar mereka.

Aplikasi ini digunakan secara luas untuk periklanan, dan dalam publikasi seperti majalah oleh para editor gambar profesional, maupun oleh para perancang, pembuat film, artis, dan profesional lainnya. Namun, antarmuka Adobe Photoshop yang sederhana dan intuitif juga menjadikannya mudah diakses bagi para pemula dan amatir yang tertarik dalam mengubah dan memanipulasi gambar-gambar. Manipulasi gambar digital telah menyumbang begitu banyak hal kepada dunia fotografi dengan memungkinkan manipulasi yang awalnya sulit atau bahkan tak mungkin. Oleh karena itu, Adobe Photoshop berperan besar dalam perkembangan dunia digital saat ini.

Adobe photoshop menyediakan tool-tool yang terintegrasi dan tertata secara praktis untuk menciptakan dan menghasilkan karya dalam bentuk vector dan teks yang sempurna. Bentuk grafik yang berdasarkan vector dan teks bisa ditransfer menjadi gambar dalam bentuk pixel untuk mendapatkan efek desain yang lebih menarik dan sempurna.

Baca juga : Desain Vector Tank dengan CorelDraw

Area Kerja Photoshop

Area kerja pada Adobe Photoshop terdiri dari Menu Bar, Option Bar, Toolbox, Layer, Palette dan Status Bar.

Baca Juga :   Kehidupan dan Karier William Shakespeare

1. Menu Bar, terdiri dari menu-menu pilihan untuk pengoprasian pada keseluruhan aplikasi.

2. Option Bar, tampilan ini akan berubah secara dinamis sesuai dengan tool yang digunakan.

3. Toolbox, terdiri dari seperangkat fasilitas untuk melakukan edit atau manipulasi gambar. Toolbox dibagi menjadi 4 kelompok untuk memudahkan dalam belajar berdasarkan fungsi utamanya. Berikut merupakan beberapa komponen pada Toolbox:

a. Tool Seleksi Tools ini berguna untuk membuat seleksi pada obyek.

Marquee, membuat seleksi dalam bentuk persegi panjang, lingkaran dan baris.

Move, menggeser objek pada layer yang aktif. Lasso, membuat seleksi bebas.

Magic Wand, membuat seleksi berdasarkan tingkat kesamaan warna.

Crop, membuang bagian dari bingkai obyek/gambar canvas yang tidak terpakai.

Slice, membuat seleksi untuk membagi image dalam beberapa potongan.

b. Painting dan Editing

Healing, membuat duplikat dari obyek dengan cara menggeser.

Paintbrush, membuat simulasi goresan kuas pada saat mewarnai obyek.

Clone Stamp, mengambil sampel warna permukaan tertentu untuk diduplikasikan di permukaan bagian lainnya.

History Brush, mengembalikan obyek pada posisi seperti history tertentu, Eraser, menutupi warna dengan warna latar depan.

Paint Bucket, mengisi daerah yang memiliki kemiripan dengan tempat saat menekan mouse. Blur, menggelapkan warna pada obyek. Eyedropper, mengganti warna latar depan dengan sampel yang diinginkan.

c. Tool Spesial

Dodge, menerangkan warna pada obyek.

Path Component, menggeser letak titik yang telah dibuat pada path.

Text, menulis teks horizontal pada obyek.

Pen, membuat path yang dapat digunakan sebagai seleksi atau alat gambar.

Rectangle, membuat kotak segi empat.

Notes, membuat catatan pada obyek dan bisa ditambah dengan penggunaan audio.

d. Navigasi

Hand, menggeser bidang kerja ke posisi yang diinginkan.

Zoom, memperbesar atau memperkecil tampilan obyek.

4. Layer, merupakan lapisan tempat gambar diletakkan. Dapat berisi berbagai potongan gambar yang membentuk sebuah kesatuan gambar yang utuh. Layer navigator berfungsi untuk melihat detil navigasi dari layer yang ditampilkan untuk melakukan kendali saat proses editing.

Baca Juga :   Ubuntu OS 11.04

5. Palette, terdiri dari set palette menu warna dan palette navigator yang digunakan untuk menggeser atau memperbesar gambar melalui sebuah Salinan miniatur gambar.

6. Status Bar, untuk melihat informasi umum dari gambar yang sedang diproses.

Mode dan Model Warna

Mode warna digunakan untuk menentukan model warna yang digunakan untuk menampilkan dan mencetak suatu image.

1. RGB (Red, Green, Blue), model RGB sering disebut dengan addictive colors (warna campuran) dengan mencampur warna merah, hijau, dan biru.

2. CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black), didasarkan pada kualitas penyerapan cahaya dari tinta yang dicetak pada kertas. Misalnya, warna putih terang dapat menyebabkan tinta menjadi tembus pandang.

3. Bitmap Mode, menggunakan satu dari dua nilai warna (hitam atau putih) untuk merepresentasikan pixel ke dalam gambar. Gambar dalam mode Bitmap biasa disebut dengan Bitmapped 1-bit (gambar memiliki kedalamnnya bit sebanyak 1.

4. Grayscale Mode, menggunakan lebih dari 256 bayangan abu-abu.

Nilai pada mode ini diterapkan dengan presentase dengan 0% adalah putih dan 100% adalah hitam.

5. Duotone Mode, menggunakan 256 warna yang akan memilih warna terdekat dengan warna gambar aslinya atau mensimulasikan warna menggunakan warna yang telah tersedia apabila sebuah warna dalam gambar asli tidak muncul saat dilakukan konversi menjadi indexed color.

6. Multichannel Mode, menggunakan 256 level dari warna abu-abu pada tiap channel yang berguna untuk pencetakan khusus.

Desain Poster

1. Membuat Dokumen Baru 

Piilh menu File > New. Tulis nama file. Pilih ukuran file atau bisa memilih ukuran file yang telah ada di menu pilihan. Klik Create.

2. Mengubah Ukuran Gambar 

a. Pilih menu File > Open

Baca Juga :   Model-model Interaksi Manusia dan Komputer

b. Pilih gambar yang akan dirubah ukurannya. Apabila gambar sudah ada dalam canvas maka dapat pilih Image > Canvas Size kemudian ubah ukuran file. Klik OK.

c. Pilih menu Image > Size. Pilih kotak cek Resample Image untuk mengubah nilai resolusi dan nilai Width serta Height. Ubah nilai tersebut sesuai dengan kebutuhan. Apabila ukuran ingin tetap proposional antara Panjang dan lebar maka dapat menekan ceklist resample automatic. Klik OK.

3. Memutar Gambar

Klik gambar yang akan diputar. Klik pada Image > Image Rotation atau klik kanan pada obyek yang dipilih. Berikut submenu dari pilihan icon tersebut:

a. 180o , memutar gambar yang terbalik agar kembali pada kakinya, Alt + I, E, 1.

b. 90 o CW, memutar gambar 90 derajat searah jarum jam, Alt + I, E, 9.

c. 90 o CCW, memutar gambar 90 derajat berlawanan jarum jam, Alt + I, E, 0).

d. Arbiritary, meluruskan gambar.

e. Flip horizontal, memperbaiki teks yang terbalik (alt + I + E + H).

f. Flip vertical, membalik bagian atas dan bawah gambar (alt + I, E, V).

4. Memotong Gambar 

Klik icon tool Crop pada Toolbox. Geser batas crop dan geser sesuai dengan kebutuhan. Klik tanda cek pada baris Option Bar atau klik ganda dalam batas crop tekan enter.

5. Menghilangkan Background 

Buka gambar yang akan dihilangkan latar belakangnya. Klik ganda pada bagian layer navigator untuk menghilangkan kunci pada layer yang di pilih dan klik OK. Menghilangkan background dapat menggunakan berbagai cara, seperti dengan menggunakan icon Lasso Tool atau Magic Wand Tool. Klik pada obyek yang akan dihilangkan latar belakangnya. Klik delete.

Baca juga : Tutorial Canva dan Powtoon sebagai Media Pembelajaran

Baca juga : Peluang Bisnis 2023

Semoga bermanfaat!!