Pengenalan Environment Object-Oriented Programming

Daftar Isi

Pemrograman Berorientasi Objek atau yang sering dikenal dengan sebutan Object-oriented Programming atau OOP, merupakan teknik membuat suatu program berdasarkan objek dan apa yang bisa dilakukan objek tersebut. Object-oriented program terdiri dari objek-objek yang berinteraksi satu sama lain untuk menyelesaikan sebuah tugas.

Kenapa diperlukan OOP? 

Karena kode-kode di-breakdown agar lebih mudah di-manage. Breakdown berdasarkan objek-objek yang ada pada program tersebut. Dianjurkan diimplementasikan   untuk program dengan berbagai ukuran karena lebih mudah untuk men-debug. Perlu diketahui bahwa, pemrograman prosedural mengatur program dalam barisan-barisan linier yang bekerja dari atas ke bawah. Kumpulan tahapan yang dijalankan setelah yang lain berjalan. Baik untuk program kecil yang berisi sedikit code. Tidak dianjurkan diimplementasikan pada program berukuran besar, karena susah untuk dimanage dan di-debug.

OOP mempunyai karakteristik sebagai berikut:

  1. Abstraksi. Menemukan hal-hal yang penting pada suatu   objek dan mengabaikan hal-hal yang sifatnya insidental.
  2. Enkapsulasi. Pengkapsulan adalah proses pemaketan data objek bersama method-methodnya.
  3. Pewarisan (Inheritance). Proses penciptaan kelas baru (subclass/kelas turunan) dengan mewarisi karakteristik dari kelas yang udah ada (superclass/kelas induk), ditambah karakteristik unik kelas baru itu.
  4. Reusability. Reuseability adalah kemampuan untuk menggunakan kembali kelas yang sudah ada.
  5. Polymorphism. Polymorphism berasal dari bahasa Yunani yang berarti banyak bentuk.

Baca juga : Format Penulisan Lamaran Pekerjaan

Biasanya dalam memahami OOP perlu menggunakan tool seperti NetBeans IDE. Sehingga perlu proses untuk memahami lingkungan dasarnya serta cara meng-compile dan menjalankan program, kemudian membandingkan   pemrograman   terstruktur   dengan   pemrograman   berorientasi   objek   dengan membuat program dalam bahasa Java. 

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah Pengenalan-Environment-Object-Oriented-Programming-1024x550.webp

Sejarah Java

  1. James Gosling, Mike Sheridan, dan Patrick Naughton memprakarsai proyek bahasa Java pada Juni 1991
  2. Bahasa itu awalnya disebut Oak setelah pohon oak yang berdiri di luar kantor Gosling.
    Namanya kemudian berganti Green, dan kemudian berganti nama menjadi Java, dari daftar kata-kata acak
  3. Gosling bertujuan untuk mengimplementasikan mesin virtual dan bahasa yang memiliki gaya notasi C/C++ yang familiar
  4. Sun Microsystems merilis implementasi publik pertama sebagai Java 1.0 pada tahun 1995
  5. Pada tanggal 8 Mei 2007, Sun menyelesaikan prosesnya, membuat semua kode inti Java tersedia di bawah ketentuan distribusi perangkat lunak bebas/sumber terbuka (Lisensi Publik GNU)

Baca juga : Tips dan Trik Mencari Lowongan Pekerjaan

Keluarga Java Suite

  1. Java Standard Edition (Java SE). Untuk desktop, client/server application.
  2. Java Enterprise Edition (Java EE). Untuk e-business, e-commerce web-based application.
  3. Java Micro Edition (Java ME). Untuk small devices, like palm, handphone, dan lain-lain.
Baca Juga :   Konsep MLM Sophie Paris

Kenapa perlu menggunakan Java?

  1. Open Source
  2. Mudah dan familiar dalam membuat program dengan konsep Object-Oriented Programming
  3. Faktanya, java adalah bahasa pemrograman standar yang digunakan dalam pendidikan
  4. Arsitektur-netral (platform-independen)
  5. Peringkat dalam Indeks TIOBE

Semoga bermanfaat!