Tips Beasiswa ke Luar Negeri

Daftar Isi

Halo semuanya! 

Pada artikel kali ini kita akan berdiskusi mengenai beasiswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Siapa yang tidak mau ketika kita memiliki kesempatan untuk memperoleh beasiswa ke luar negeri. Kesempatan itu memang perlu kita capai dengan usaha yang sungguh-sungguh dan dibarengi dengan doa juga. Tidak hanya cukup mengandalkan keberuntungan saja. Sebetulnya ada berbagai macam bentuk beasiswa yang ditawarkan untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Tidak hanya beasiswa yang ditawarkan dari pemerintah Indonesia saja, sebetulnya kita masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan beasiswa dari negara tujuan atau negara yang kita inginkan. 

Beberapa macam beasiswa seperti :

  1. LPDP
  2. Budi

Sementara beasiswa di luar negara kita bergantung kepada negara masing-masing, seperti :

  1. Malaysia memiliki MOHE
  2. China
  3. Germany memiliki DAAD
  4. Eropa memiliki ERASMUS
  5. dsb

Dari beberapa macam beasiswa yang ada tentunya yang ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Syarat yang sering menjadi kendala utama dan memang merupakan syarat utamanya adalah Hasil Tes Kemampuan Bahasa dan Essay/Motivation Letter

Baca juga : Tips Mudah Mengusai Bahasa Inggris

Tes Kemampuan Bahasa

Ya, hasil tes kemampuan bahasa khususnya dalam kemampuan dalam berbahasa inggris ini memang menjadi hal utama atau syarat utama dalam memperoleh beasiswa. Karena nantinya ketika kita berada di luar negeri, bahasa keseharian kita akan berubah menjadi bahasa inggris. Sehingga mau tidak mau kita harus memiliki kemampuan yang lebih untuk dapat menulis, mendengarkan, hingga berbicara dalam bahasa inggris. Biasanya kemampuan dalam penguasaan bahasa inggris ini bergantung kepada negara tujuan kita. Apabila masih dilingkungan asia tenggara, hasil skor tidak akan lebih dibanding dengan negara-negara seperti US, Eropa dan Australia. 

Baca Juga :   #01 What's on Universiti Teknologi Malaysia

Sebagai catatan, beberapa negara terkadang tidak memerlukan hasil tes ini namun hasil tes kemampuan bahasa dari negara tersebut. Misalnya Jepang, China dan Jerman. Biasanya negara-negara ini lebih mengutamakan hasil tes kemampuan bahasa negara mereka. Jadi, sebelum menentukan negara yang tuju perlu juga ada riset yang lebih mendalam mengenai syarat yang diperlukan.

Baca juga : Wonderful Indonesia

Penulisan Essay/Motivation Letter

Penulisan essay dan atau motivation letter ini biasanya dibuat sedemikian rupa agar lebih menarik minat dari evaluator beasiswa. Penulisannya biasanya mengenai hal apa saja yang pernah dilalui dari diri kita. Hasil prestasi kita, capaian kita selama ini dapat dituangkan dalam bentuk essay atau motivation letter ini. Sehingga, memang tingkat keaktifan kita pun biasanya dinilai ya berdasarkan dari hasil essay dan motivation letter ini. Jadi, sebelum kita menulis tentunya kita perlu melakukan kegiatan atau aktifitas yang menunjang juga dalam penulisan essay atau motivation letter ini. Evaluator perlu menilai orang tersebut apakah memang layak diberikan beasiswa atau tidak. 

Sebagai tambahan, terkadang Letter of Acceptance (LoA) atau di beberapa negara menyebutnya offer letter diperlukan. Jadi, kita disarankan untuk mendaftar terlebih dahulu ke perguruan tinggi yang dituju. Karena hal ini dapat memberikan kemungkinan lebih besar untuk diberikannya beasiswa. Terlebih beasiswa yang didapatkan dari dalam negeri. Dalam beberapa kasus, apabila ingin melanjutkan studi lanjut ke master degree ada yang memberikan prasyarat untuk menyiapkan terlebih dahulu proposal penelitiannya. Proposal ini bisa kita siapkan dalam bentuk yang lebih umum. Jadi, tidak hanya untuk yang akan melanjutkan ke jenjang doktoral, namun ke tahapan master degree pun terkadang diperlukan.

Baca juga : Tips Cepat Menulis Jurnal dan Publish Paper

Sebagai Research Student

Ada perguruan tinggi yang memberikan penawaran sebagai peneliti namun juga sebagai mahasiswa postgraduate. Jadi, selama kita mengeyam pendidikan studi lanjut ini, kita akan senantiasa berfokus pada penelitian kita. Biasanya penawaran ini di dapat dari penawaran dosen-dosen yang memiliki hibah penelitian. Jadi, kita bisa terus langsung berkomunikasi dengan dosen yang terkait. Secara otomatis kita akan melakukan penelitian bersama dengan di bawah naungan hibah penelitian tersebut. 

Baca juga : Tips Cepat Menulis Jurnal dan Publish Paper

Memperoleh beasiswa itu terkesan susah namun sebetulnya mudah kok dilakukan. Asal kita berusaha, belajar, dan tetap berdoa dengan meminta restu orang tua, siapa tahu kita termasuk orang-orang yang beruntung itu. 

Semoga bermanfaat!!