Jika kita sudah memahami cara mencari akar-akar persamaan kuadrat tentunya kita bisa menetukan akar imajinernya. Masih ingat dengan bilangan imaginer ? ya ,
Bilangan imajiner adalah bilangan yang mempunyai sifat i 2 = −1. Bilangan ini biasanya merupakan bagian dari bilangan kompleks. Selain bagian imajiner, bilangan kompleks mempunyai bagian bilangan riil. Secara definisi, (bagian) bilangan imajiner i ini diperoleh dari penyelesaian persamaan kuadratik:
atau secara ekivalen
atau juga sering dituliskan sebagai
.
Algoritma Persamaan_Kuadrat dan akar imaginer
{Membaca A,B, dan C , lalu menghitung akar-akar persamaan kuadrat Ax^2+Bx+C = 0 dengan menentukan nilai disk= B*B– 4*A*C terlebih dahulu barulah kemudian mencari akar-akar persamaan kuadratnya dan akar imaginernya}
Deklarasi
A, B, C : integer {koefisien-koefisien persamaan}
disk : longint {nilai diskriminan}
x1, x2 : real {nilai-nilai akar untuk disk>=0}
XRiil,Ximaginer : float
Deskripsi
read (A, B, C)
disk ß B*B– 4*A*C
if (A = 0) then write (‘Bukan Persamaan Kuadrat’)
else if disk > 0 then
x1 ß-B + sqrt (disk)/2*A
x2 ß-B – sqrt(disk)/2*A
else if disk = 0 then
x1 ß-B/2*A
x2 ß x1
else XRiil ß -b/(2*a)
XImaginer ß sqrt(-D)/(2*a);
end if
Bahasa C++
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <fstream.h>
class Persamaan{
friend istream& operator>>(istream&, Persamaan&);
friend ostream& operator<<(ostream&, Persamaan&);
public:
void proses();
void HitungPers1();
void HitungPers2();
void HitungPers3();
private:
float a,b,c,D,X,X1,X2,XRiil,XImajiner;
};
istream& operator>>(istream& input, Persamaan& Masukan){
cout<<" \t\t PROGRAM MENCARI AKAR PERSAMAAN KUADRAT \n\n";
cout<<" Perhitungan akar-akar persamaan aX2+bX+c= 0\n";
cout<<"Masukkan nilai koefisien a,b,dan c\n";
cout<<"Nilai a: ";
input>>Masukan.a;
cout<<"Nilai b: ";
input>>Masukan.b;
cout<<"Nilai c: ";
input>>Masukan.c;
}
ostream& operator<<(ostream& output, Persamaan& Keluaran){
output<<"Akar Persamaan "<<Keluaran.a<<"X2 + "<<Keluaran.b<<"X + "<<Keluaran.c<<"= 0 adalah\n";
if(Keluaran.D>0){Keluaran.HitungPers1();}
else if(Keluaran.D==0){Keluaran.HitungPers2();}
else{Keluaran.HitungPers3();}
}
void Persamaan::proses(){
D = b*b-4*a*c;
cout<<"Diskriminan =\n "<<D<<endl;
}
void Persamaan::HitungPers1(){
X1 = (-b+sqrt(D))/(2*a);
X2 = (-b-sqrt(D))/(2*a);
cout<<" X1 =\n "<<X1;
cout<<" X2 =\n "<<X2;
}
void Persamaan::HitungPers2(){
X = -b/(2*a);
cout<<" X1 = X2 = \n"<<X;
}
void Persamaan::HitungPers3(){
XRiil = -b/(2*a);
XImajiner = sqrt(-D)/(2*a);
cout<<" Akar imajiner:\n ";
cout<<" X1 = "<<XRiil<<"+"<<XImajiner<<"*i\n ";
cout<<" X2 = "<<XRiil<<"-"<<XImajiner<<"*i\n ";
}
int main {
Persamaan x;
x.proses();
x.HitungPers1();
x.HitungPers2();
x.HitungPers3();
getch();
return 0;
}
Baca juga : Peluang Bisnis 2023
Baca juga : Daftar Kampus Terfavorit di Yogyakarta


Comment here